Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

(PUISI) Surat yang Tak Pernah Ibu Baca

Gambar
  Oleh : Kholis Kurnia Wati Kertas usang dan arloji tua itu masih terpapar Dalam dingin dan suramnya malam Ini adalah kata keseratus dari surat   penyesalan Surat kegagalan yang tak pernah tersampaikan Surat penuh mimpi yang pada akhirnya terabaikan Terdengar menyakitkan namun juga   memilukan Kutumpahkan pena pada seluruh kertas buram Penuh air mata dan ketidakmampuan Asa yang ku ingini kini hanya tinggal kertas usang Ini perihal penyesalan akibat kebodohan Surat ini, surat yang tak pernah tersampaikan Sebab tidak adanya keberanian Surat yang tak pernah sampai pada rumahnya Surat penyesalan, Surat yang tak pernah ibu baca NB: Puisi ini pernah dimuat dalam buku antologi puisi "Kado Untuk Ibu" pada November 2020

(PUISI) Jangan Menua, Bu

Gambar
  Oleh : Kholis Kurnia Wati Hingar bingar kota tua terasa hampa Tanpa sajak menggigil jiwa Hingga maras merampas asa Dunia kini terasa ambigu, bu Mengingat aku tidak tahu-menahu bagaimana semesta Cukup bingung dengan ambisi aneh manusia Sangat lemah ketika menerka perkara Dunia kini terasa pilu, bu Bagaimana cara waktu berputar begitu menyakitkan Bagaimana mentari berpindah semakin menyilaukan Dan yang ku minta selalu pada Tuhan Jangan menua, Bu. NB: Puisi ini pernah dimuat dalam buku antologi puisi yang berjudul "Kado Untuk Ibu" pada November 2020

(PUISI) GELEBAH

Gambar
 Oleh : Kholis Kurnia Wati Kau kirim aku setangkai mawar biru Penuhi ruangku dengan biru Kau sebut itu penyambutan secara lugu Perayaan sebab benang sari baru Mawar merah lebih menggoda, katamu Daripada biru yang terlihat abu-abu   Gelebah kini tengah merekah Dengan seronok tetap pada betah Kau bilang, jangan berteman dengan pasrah Sebab kumbang terlalu serakah   Kenyataan bahwa bayang mawar tak lagi satu Menukik tajam menjadi rancu Kalopak kaku duripun layu Biar ini jadi belenggu Yang merangkap jadi kelu Lamongan, 5 Februari 2021